Senin, 06 Desember 2021

APA KABAR PLN PULAU TAYANDO??

M. Ali Hanafi Katmas, S.Sos
(PEMBINA ITPERMATA)

Pada tahun 2018, awal mula di bangun tempat mesin PLN yang menghungkan tiga desa Tayando diantaranya, Langgiar, Yamru dan Ohoi El. Bangunan tempat mesin PLN tersebut telah selesai dibangun, bahkan pemasangan tiang listrik dan kabel telah selesai melingkari tiga desa Tayando. Tetapi sampai hari ini bangunan PLN yang telah selesai dibangun tak kunjung beroprasi, masyarakat tiga desa Tayando terus menerus di PHP (Pemberi Harapan Palsu) bahwa mesin PLN akan beroprasi tahun depan, mau sampai kapan masyarakat tiga desa Tayando terus menerus di PHP oleh Pemerintah Kota Tual.? Bangunan tempat mesin PLN dan tiang-tiang beserta kabel yang sudah melingkari tiga desa Tayando telah selesai di bangun dari tahun 2018, bangunan tempat mesin PLN telah di penuhi dengan rerumputan liar serta tiang-tiang dan kabel yang melingkar, sebagian telah rubuh atau rusak. Dari sini penulis menilai bahwa Pemerintah Kota Tual tidak serius dalam membangun infastruktur PLN yang menghubungkan tiga desa Tayando, kenapa penulis menilai demikian.?

Bangunan tempat mesin PLN yang telah di sediakan sudah menjelang 5 tahun dan apa alasannya sampai balum juga beroprasi mesin PLN nya, dimana kebijakan Pemerintah Kota Tual untuk melihat kepentingan masyarakat tiga desa Tayando.? Sejak pemekaran Kota Tual pada tahun 2007, dari zaman dulu hingga zaman post modern yang sampai saat ini mau memasuki tahun 2022. Masyarakat tiga desa Tayando belum menikmati penerangan yang disediakan oleh Pemerintah Kota Tual, penulis mewakili masyarakat tiga desa Tayando berharap agar kesadaran penuh Pemerintah Kota Tual. Memberikan perhatian bukan hanya sekedar melirik dan berkata-kata tetapi juga tindakan membangun infastruktur utama sesuai kebutuhan masyarakat tiga desa Tayando. 

Mengingat kebanyakan anak-anak dari masyarakat tiga desa Tayando saat ini sedang menempuh pendidikan lanjut di luar kota, kemudian kendala yang di alami antara sang anak dan orang tua adalah ketika sang anak meminta uang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di kota studinya tetapi orang tua mengirim uang tidak tepat waktunya. Dikarenakan orang tua yang mau mengirim uang ke anaknya harus menunggu transportasi kapal ferry berhari-hari atau perahu milik masyarakat desa barulah sampai di Kota Tual untuk melakukan pengiriman. Dari sedikit penjalasan penulis di atas dapat kita tarik benang merahnya, bahwasanya kebutuhan yang paling urgen masyarakat tiga desa Tayando adalah beroprasinya mesin PLN yang telah dibangun sekian lamanya, kenapa harus mesin PLN.? Karena seketika beroprasinya mesin PLN, maka dapat membuka kantor BANK Cabang dan mesin-mesin ATM untuk beroprasi di tiga desa tayando. Sehingga mampu memudahkan orang tua dalam proses pengiriman uang ke anak di kota studinya. 

Sebelum menutup, penulis juga mengutip komentar dari dari salah satu akun FB ”Tual Humas” yang dimana akun tersebut berkomentar dalam postingannya akun FB “Jin Halik Rahantan” postingan yang menggambarkan tentang kondisi realita tiang listrik yang rubuh di tepi jalan. Akun FB Tual Humas berkomentar “Terkait dengan akses penerangan maka tugas Pemerintah Kota Tual adalah membangun koordinasi dengan pihak PT. PLN Cabang Tual dan bersama Kec. dan Desa menyediakan lokasi atau lahan untuk menempatkan mesin dan sarana pendukung lainnya” beginilah komentarnya, menurut penulis untuk pengelolah akun FB Tual Humas, Pemerintah Kota Tual bangun koordinasi dari tahun 2018 sampai sudah hampir memasuki tahun 2022 masih saja bangun koordinasi.? Lahan beserta tempat mesin PLN telah di sediakan, lalu mau lahan dan tempat yang seperti apa? dan tak lupa pengelola akun sesekali main-main ke tiga desa tayando agar jangan memberikan komentar yang tidak sesuai dengan realitas atau kenyataan yang terjadi di tiga desa Tayando.

Penutup, penulis berharap agar Pemerintah Kota Tual dapat memahami dengan jeli bahwasanya PLN ini merupakan sarana infastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat tiga desa Tayando untuk saat ini dan tak lupa juga Pemerintah Kota Tual jangan hanya banyak janji-janji dan memberikan harapan yang tak pasti untuk masyarakat tiga desa tayando. Sebab masyarakat tiga desa Tayando membutuhkan kerja nyata Pemerintah Kota Tual dalam upaya membangun segalah infastruktur yang di butuhkan oleh masyarakat tiga desa Tayando agar dapat mendukung segalah aktifitasnya.

Semoga pesan singkat dari tiga desa Tayando ini tersampaikan di pikiran dan hati Pemerintah Kota Tual.

2 komentar:

  1. Perlukah pemerintah kota tual berkaca pada pemerintahan Fakfak papua barat? Disini setiap pembangunan infrastruktur pemerintahan selalu terhalang oleh tatanah adat seperti hak wilayat yang sngat rumit diselesaikan dan itu sngat berpengaruh pada pembangun itu sendiri, Namu bahwasanya yang kita jumpai di kecamatan tayando Tam kota tual Masyarakatnya sangat merespon dengan baik terkait perencanaan pembangunan infrastruktur di kecamatan itu sendiri tanpa menyulitkan pemerintah dlam segi hal adat tanah itu sendiri, tapi sangat disayangkan pemerintah kota tual Tidak mampu mendukung penuh bahkan hampir tidak mampu mengimbangi harapan masyarakat tayando Tam untuk menikmati kemerdekaan dan kemakmuran yg merupakan visi misi bangsa ini sendiri.

    BalasHapus
  2. Pemkot Tual tidak memahami bahwa mayarakat tayando tidak menyulitkan mereka dalam pembangunan ifastruktur, justru Pemkot yang menyulitkab mereka sendiri.

    BalasHapus

“KORUPSI ADALAH ISU KEBANGSAAN”

M. Ali Hanafi Katmas, S.Sos (KABID KADERISASI & IDEOLOGI DPC AMBON) Pada kesempatan kali ini Tema Korupsi sebagai objek pembahasan, kena...